Friday, December 23, 2011

What a hell?

Detik2 trakhir tgl menunggu n menghitung hari, Pastor malah mempersulit administrasi pernikahan. Apakah benar kalau seorang Pastor mencampur adukkan mslh pribadi yg aku ga tau apa2 dgn mslh pelayanan Gereja sbg seorang Imam? Apakah benar seorang Pastor yg berkata seperti seorang pengusaha/businessman? Apakah salah di mata Tuhan jika aku ketik blog yg mengatai Pastor? Apakah benar jika keinginan menikah di Gereja dengan hati yg murni malah dihalang oleh administrasi Gereja n Pastor yg tidak bisa bekerja sama dengan baik? APakah menjadi seorang Katolik selalu dipersulit dengan administrasi Gereja dan peraturan Gereja yg sbnrnya bisa dipermudah? Kelengkapan surat seperti apa lagi yg harus dipenuhi kalau sbnrnya hanya masalah foto yg mendatar ke samping atau yg memanjang ke bawah? Oh Godness, andaikan aku tidak beriman, aku gak akan trll memperjuangkan menikah di Gereja. Catatan sipil yg hanya memerlukan biaya uang akan lebih mempermudah surat menyurat jikalau aku menikah dengan cara adat saja.

0 comments:

Post a Comment